- MENGHADAPI ORANG YANG TIDAK TAHU TERIMA KASIH
“Barangsiapa yang beriman kepada
Allah swt dan hari akhir, maka hendaknya dia memuliakan tetangganya.” (HR. Al-
Bukhari)
Ada dua poin yang sangat ampuh dan
mujarab dalam menghadapi orang yang tidak tahu berterima kasih dan balas budi,
yakni :
Ø Hanya
untuk Allah
Lakukan segala
niat yang baik hanya untuk Allah dan mencari ridha Allah.
“Sesungguhnya
kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami
tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih” (QS. Al-Insan : 9)
“Katakanlah :
Sesungguhnya shalatku, ibadahku,
hidupku, ddan matiku hanyalah untuk Allah swt, Tuhan semesta alam” (QS. Al An’am : 162)
Ø Kesabaran
Poin ini tidak
mudah untuk diucapkan, namun sering kali sangat sulit dilakukan banyak orang.
Tidak banyak orang yang mampu sabar dan mudah melupakan kejadian buruk yang
menimpanya. Hanya dengan menanamkan dan
menguatkan hati hanya untuk Allah. Kesabaran akan muncul dengan sendirinya
sebagai tameng terhadap sedih, marah dan kecewa. Perasaan gundah, gelisah pun
segera hilang dari relung hatinya dan digantikan oleh perasaan senang , lebih
bahagia, tenang, tentram, dan nyaman.
B. MENGHADAPI
WAJAH JUTEK
“Janganlah
meremehkan kebaikan sedikit pun juga walau engkau bertemu saudaramu dengan
wajah berseri” (HR. Muslim)
“Sesungguhnya
kalian tidak bisa menarik hati manusia dengan harta kalian. Akan tetapi kalian
bisa menarik hati mereka dengan wajah berseri dan akhlak yang mulia” (HR. Al-Hakim)
Ada beberapa faktor yang sangat
memengaruhi aura wajah manusia, yaitu :
a.
Faktor genetis
Faktor ini
dikendalikan oleh gen dan bersifat bawaan. Ada orang yang terlahir dengan wajah
berseri, baby face (seperti anak-anak), sangar (menyeramkan), bahkan ada yang
terlahir dengan wajah masam atau jutek.
b.
Faktor psikis,
meliputi perasaan senang, sedih, kesal, marah yang sangat memengaruhi ekspresi
wajah seseorang. Apabila senang hanya menunjukkan wajah yang berseri, sedangkan
sebaliknya.
c.
Faktor
lingkungan
Faktor
luar yang bukan disebabkan oleh genetis ataupun psikis. Misalnya, pujian dari
masyarakat atas lesung pipi yang dimiliki seseorang yang membuatnya sangat
manis ketika tersenyum. Sebaliknya, ledekakan atau cemoohan dari lingkungan
atas struktur gigi yang tidak rapi akan membuat seseorang tersebut selalu
menyembunyikan senyumannya karena khawatir deretan giginya terlihat orang lain.
Faktor ini juga dapat dipengaruhi oleh berbagai unsur sosial, seperti ingin
ditakuti atau memisahkan diri.
Ada beberapa
faktor penting yang dapat diterapkan :
a.
Huznuzon
Poin
ini sangat penting agar seburuk apapun sikap orang lain terhadap kamu, tidak
akan menyayat hati terlalu dalam sehingga tidak terlalu sakit jadinya.
Berhusnuzon juga akan melindungi diri dari dosa, pertikaian, hingga dendam.
“Jauhkanlah
diri kalian dari prasangka (kepada orang lain), karena prasangka buruk adalah
kata-kata terdusta.” (HR. Muslim)
“Kami
akan memasang timbanagan yang adil kelak pada hari kiamat, maka (pada hari itu)
tidak ada seseorang yang dizalimi barang sedikitpun. Meskipun (amalnya) hanya
seberat biji sawi. Kami pasti akan memberikan balasannya. Cukuplah kami sebagai
pembuat perhitungan.” (QS. Al-Anbiya :
47)
b.
Menjadi yang
pertama
Menjadi
yang pertama sebagai penyapa. Sejutek apapun seseorang, apabila bertemu atau
berpapasan dengannya, usahakan untuk menyapanya terlebih dahulu, meskipun hanya
berupa senyuman.
“Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menghalangiku sejak aku memberi salam dan
beliau selalu menampakkan senyum padaku.”
(HR. Bukhari)
“Tidak
halal bagi seorang muslim tidak bertegur sapa dengan saudaranya lebih dari tiga
hari tiga malam, yaitu mereka bertemu, lalu yang ini berpaling dan yang itu
berpaling. Tetapi, orang yang paling baik adalah yang paling dahulu memberi
salam.” (HR. Muslim)
Namun,
apabila tak ada hujan tak ada angin mendadak si jutek memberikan salam terlebih
dahulu, maka balaslah salamnya dengan salam yang lebih baik darinya, atau
minimal sama baiknya.
“Apabila
kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah
penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya atau balaslah penghormatan
itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala
sesuatu.” (QS. An-Nisa : 86)
Dalam
Islam pun juga mengajarkan anjuran memberi salam tidak hanya berlaku untuk
sesama muslim, tapi juga untuk nonmuslim. Firman Allah bersabda:
“Allah
tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang
yang tiada memerangimu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah : 8)
c.
Tenang dan
Berani
Jika
pada batas waktu tersebut dia tetap saja angkuh dengan wajah juteknya, ada
baiknya jika mengurangi peluang bertemu dengannya. Usahakan untuk mengurangi
peluang bertatap wajah dengannya agar terhindar dari berbagai prasangka buruk
kepadanya. Bahwa hanya diperbolehkan mengurangi, bukan meniadakan pertemuan
atau pertatapan wajah Jangan sekali-kali
memutuskan tali silaturahmi, karena surga diharamkan bagi orang yang memutuskan
tali silaturahmi.
“Tidaklah
masuk surga orang yang memutus tali silaturahmi.” (HR. Al-Bukhari)
“
Tidak ada dosa yang lebih cepat siksaannya di dunia bagi pelakunya, serta
diperlambat siksaannya di akhirat kelak daripada orang yang zalim dan memutus
hubungan silaturahmi.” (HR.
Ash-Shahihah)
Jika
hal tersebut terjadi, tetaplah berbicara dan senyum apa adanya dengan cara yang
tenang dan sewajarnya, jangan berlebihan. Adapun cerita dari beberapa temannya
yang salah satunya pernah dikucilkan oleh teman sekelasnya dengan aasan dia
enggan bertemu dengan seorang temannya yang juteknya minta ampun dan angkuh
sekali kepadanya. Apabila kalian pernanh mengalami cerita yang hampir persis
yang dialami teman saya, maka jadilah sosok berani. Jangan pernah takut hanya
untuk menghindari dari si jutek tersebut.
C. MENGHADAPI
KRITIKAN PEDAS DAN MENYAKITKAN HATI
“Tak
selamanya niat dan usaha baik akan diterima dengan baik”
Itulah kalimat yang sering kita
dengar, sebaik apapun niat dan usaha kita tidak selamanya akan ditanggapi
dengan baik oleh orang lain atau masyarakat. Bahkan pernah menemui orang yang
memberikan kritikan yang pedas dan menyakiti hati. Terlebih lagi bagi kalian
yang sangat aktif di dunia karir, bisnis, dan memiliki ide dalam satu bidang
yang dikuasai. Sekarang pun persaingan dalam dunia karir dan bisnis sangat
ketat dan kuat, jika banyak ditemukan seringkali mendapatkan perlakuan dengan
saling menjatuhkan satu sama lain yang memang dianggap saingan berat. Apabila
kalian mendapat sebuah tamparan keras dari orang-orang sekitar, kalian cukup
untuk membentengi diri kalian agar tidak terpancing dengan omongan mereka.
Ada beberapa poin neteng utama, yakni :
a.
Husnuzon
Setiap
manusia memilki titik buta (blind spot)
dimana manusia tidak dapat melihat atau menyadari kesalahannya sendiri, karena
diperlukan orang lain yang membantu dalam mengingatkan kesalahan atau
kekurangan, itulah sangat perlu dan pentingnya kritikus atau seorang yang
bertugas memberikan kritikan. Namun sayangnya, tidak semua mereka menyampaikan
kritikannya secara baik dan benar, sehingga menyakiti bukan memperbaiki orang
yang dikritik. Saat mendengarkan kritikan pedas dan menyakitkan dari orang,
tameng yang pertama perlu disiapkan adalah husnuzon (prasangka baik) dan banyak
sekali prasangka baik lainnya sesuai dalam firman Allah dalam Al-Qur’an :
“Hai,
orang-orang yang beriman. Jauhilah kebanyakan kecurigaan, karena sebagian dari
prasangka buruk itu adalah dosa” (QS. Al Hujurat : 12)
Andrew
Moore mengatakan bahwa segala sesuatu yang sesuai dengan keinginan kita tampak
menjadi sebuah kebenaran dan yang tidak sesuai akan memicu kemarahan.
b.
Tidak
sekali-kali marah
Sepedas,
sepahit, sesakit apapun mereka mengkritik, kuatkan jiwa untuk tidak membalaskan
dengan kemarahan atau jawaban yanng sama buruknya. Sekuat-kuatnya,
tahanlahuntuk tidak marah, karena justru akan merusak citra baik atau image di
depan teman-teman. Alhasil, si pengkritik pun akan bersorak kesenangan melihat
image kamu yang buruk di depan mereka.
“Katakanlah
(kepada mereka) : Matilah kamu karena kemarahanmu itu.” (QS. Ali Imran : 119)
Dalam
sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu mengatakah
bahwa
“Ada seorang
laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Berilah saya
nasihat’ Lalubeliau bersabda, ‘Jangan engkau marah’ Lelaki itu terus
mengulang-mengulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, ‘Jangan engkau
marah’.” (HR. Bukhari)
Apabila
kamu dan dianta kalian telah berhusnuzon akan selalu dimudahkan dalam menahan
emosi. Setelah itu, tariklah nafas secara perlahan dan dalam-dalam, kemudian
bacalah ta’awudz secara berulang untuk menghilangkan kemarahan. Hadis yang
diriwayatkan oleh Sulaiman bin Sird mengatakan bahwa “Saya petnah duduk bersama
Rasulullah dan di sana ada dua orang yang sedang saling mencaci. Salah satu
dari mereka wajahnya merah dan ototnya mengeras karena marah. Kemudian
Rasulullah bersabda, ‘ akan ku ajarkan satu kalimat yang dapat menghilangkan
marah ketika diucapkan. Seandainya dia mengucapkan ‘Aku berlindung kepada Allah
dari setan yang terkutuk’, maka hilanglah marahnya.” (HR. Bukhari)
Apabila
cukup waktu bacalah doa Nabi Muhammad saw., untuk memohon perlindungan dari
godaan setan, sebagi berikut:
“Wa
qur robbi a'uuzu bika min hamazaatisy-syayaathiin. Wa a'uuzu bika robbi ay
yahdhuruun”
Artinya
: Dan katakanlah, "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari
bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, agar
mereka tidak mendekati aku." (QS. Al-Mu'minun 23: 97 -98)
c.
Tenang dan
secukupnya
Setelah
menahan emosi dan amarah, kita lebih tenang menjawab semua permasalahan yang
telah dilalui. Otak pun lebih tenang untuk berpikir dan memberikan jawaban yang
baik, bijak dan tepat untuk si pengkritik yang menyakitkan hati. Untuk menjawab
si pengkritik yang tak tahu diri, kita bisa saja menjawab yang singkat, jelas,
dan padat atau hanya dengan beberapak kalimat.
d.
Terbuka
Terbuka
atas kritikan adalah poin yang sangat terpenting dan berarti bagi kalian untuk
bisa mengevaluasi dan introspeksi diri. Hanya orang-orang yang sangat berjiwa
besar yang dapat maju dan sukses, karena diperlukan keberanian dan tidak gengsi
untuk open yourself.
“Orang
yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal
untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah dirinya
yang mengikuti hawa nafsu serta berangan-angan kepada Allah swt.” (HR. Tirmidzi)
“Koreksilah
diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan amal saleh) untuk
pagelaran agung (pada hari kiamat kelak).”
(HR. Tirmidzi)
“Sesungguhnya
hisab pada hari kiamat akan menjadi ringan hanya bagi orang-orang yang selalu menghisab
dirinya saat hidup di dunia.” (HR.
Tirmidzi)
Adapun
beberapa contoh kalimat untuk mengevaluasi diri yang bisa membantu kalian,
sebagai berikut :
ü Apakah
sudah tepat yang saya lakukan?
ü Sudahkan
yang aku lakukan ini sesuai ajaran agama?
ü Jika
setiap masalah memiliki resiko, apakah yang kulakukan ini akan merugikan atau menguntungkan
sebuah risiko dalam masalah saya?
ü
Apakah selama
ini yang saya lakukan telah mengutamakan kepentingan lain atau lebih
mengutamakan kepentingan pribadi?
Apabila kalian sudah mengetahui
hasil evaluai diri dan menemukan beberapa kekurangan, alangkah baiknya
memperbaiki diri atau melengkapi kekurangan untuk kebaikan bersama.
e.
Tetap Berlalu
Anjing
menggonggong, kafilah berlalu.
Jika
diri kalian yakin telah benar mengambil langkah dan tidak bertentangan dengan
syariat agama, maka terus lakukan (istiqomah), jangan berhenti. Jangan gentar
dengan celotehan panas dari lingkungan. Yang terpenting kalian harus lakukan
hanyalah membuktikannya degan akhlak baik dan hasil baik sebagai jawaban
terbaik kepada si pengkritik pedas dan menyakitkan hati.
“Sesungguhnya
orang-orang yang mengatakan : “Yaa Rabb kami adalah Allah,’ kemudian mereka
istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (yang
mengatakan): ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan
bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah
kepadamu.” (QS. Al Fushilat : 30)
Ada
sebuah hadis meriwayatkan bahwa Aisya Radhiyallahu’anhu berkata “Nabi Muhammad
saw., sering berdoa dengan mengatakan,’wahai Zat Yang Maha Membolak-balikkan
hati, teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu.’ Aku pernah bertanya, ‘Ya Rasulullah,
kenapa Engkau sering berdoa dengan menggunakan doa seperti itu?’ Beliau
menjawab ‘Tidak ada yang membuatku merasa aman, wahai Aisyah. Hati seluruh
hamba ini berada diantara dua jari Allah Yang Maha Memaksa. Jika mau
membalikkan hati seorang hambaNya, Allah tinggal membalikkannya begitu
saja’.” (HR. Ahmad dan Ibnu Abu Syaibah)
Bacalah
doa yang selalu Rasulullah panjatkan, semoga Allah senantiasa menjaga dan
meneguhkan hati kita semua dalam menjalankan langkah-langkah mulia yang telah
diikhtiarkan. Insyaa Allah.
D. MENGHADAPI
SI PENGUCIL
Adapun beberapa langkah penting
apabila kalian mengalaminya dengan dikucilkan oleh lingkungan masyarakat dan
teman-teman kalian, sebagai berikut:
1.
Husnuzon
Perbaikilah
dahulu prasangka, jangan sampai akibat prsangka buruk yang tidak benar justru
menjadi penyebab hati gundah gulana. Pada akhirnya akibat prasangka buruk
tersebut membuat galau yang tak berujung menjadi stress, sering menangis, dan
meratapi diri yang tidak sederajat dengan lingkungan sehingga semakin
terkucilkan sampai mengalami gangguan kesehatan. Apapun niat seseorang kepada
kita itu semua urusan dengan Allah, bukan urusan diri sendiri. Berprasangka
baik kepada mereka tetap menjadi pilihan yang terbaik untuk kita.
2.
Bergabung
Dekati
dan bergabunglah bersama mereka, jangan terus menyendiri, cobalah untuk masuk
ke obrolan mereka, itupun jauh lebih baik daripada menyendiri dan berprasangka
buruk kepada mereka. Biasanya jika ingin masuk ke dalam obroloan itu juge
memerlukan keberanian diibaratkan tengah mendekati sekelompok hewan liar yang
tidak kita ketahui ntah itu jinak atau liar atau bahkan malah akan memangsa
kita. Oleh karena itu, teruslah berprasngka baik dan bacalah basmalah
sebelumnya, lakukan semata-mata hanya untuk Allah, sehingga apapun respon
mereka tidak akan pernah menyakiti diri kita sendiri. Agar tidak terlihat aneh
atau canggung karena tiba-tiba saja bergabung, cobalah ucapkan beberapa kalimat
saat bergabung dan masuk tiap obrolan walaupun hanya sebagai basa-basi saja
tidak apa-apa. Bacalah doa berikut :
“Allahumma innaa
naj’aluka fii nuhuurihim wa na’udzubika min syuruurihim”
Artinya : Ya
Allah, kami menjadikan Engkau didepan (leher) mereka dan kami berlindung dari
bahaya kejahatan mereka.” (HR. Abu Dawud
dan An-Nasa’i)
Keyakinan atas pertolongan dan kebesaranNya ini, tentu
juga dapat diterapkan dalam hal apa pun dalam menghadapi apa pun dan siapa
pun di dunia ini.
3.
Terlibat
Setelah
berhasil gabung dalam kelompok mereka, cobalah ikut terlibat dalam pembicaraan
yang mereka bicarakan, sesekali respon dengan senyuman atau anggukan atau
menggelengkan kepala. Nilailah perbincangan mereka, apabila obrolan berupa
bermanfaat dan tidak melanggar aturan agama, maka teruslah ikut dalam obrolan
tersebut. Namun, apabila obrolan tersebut berupa pergunjingan ata hal yang
kurang bermanfaat, maka tinggalkan.
“Hai,
orang-orang yang beriman. Jauhilah kebanyaka prsangaka buruk (kecurigaan)
karena sebagian dari prasangaka buruk itu dosa. Dan janganlah mencari-cari
keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seseorang
dianata kamu suka makan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu
merasa jijik kepadanya.” (QS. Al Hujurat
: 12)
E. MENGHADAPI
SI HEBAT DAN “HEBAT” YANG SOMBONG
Pernah gak bertemu dengan si paling “hebat” yang
sombong? Bukan hebat, tapi “hebat” itu orang yang pura-pura menjadi orang hebat
yang bisa dicirikan dengan senang bercerita tentang kehebatannya kepada orang
lain, walaupun kehebatannya dipenuhi dengan kepalsuan, sebuah khayalan, atau
bahkan yang ia dapatkan dengan cara licik yang merugikan orang lain. Umumnya
mereka ingin sekali membangun citra sukses di depan orang lain agar disegani
dan dihormati. Namun sayangnya, cara yang seperti itu salah banget. Jika kalian
bertemu dengan orang yang seperti itu, cukup terapkan beberapa poin-poin utama
berikut :
1.
Dengarkan Saja
Untuk
apa menyombongkan diri ntah karena hebat, cukup dengarkan saja dan sekali-kali
jangan terpancing untuk menimpali dengan kesombongan.
“Dikatakan
kepada mereka, masuklah pintu-pintu jahanam dalam keadaan kekal di dalamnya.
Maka, neraka jahanam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang—orang yang
menyombongkan diri” (QS. Az Zumar : 72)
Tidak
perlu menjelaskan sesuatu secara detail, karena hal tersebut membuatnya semakin
menyombongkan diri dan selalu meremehkan. Jangan sekali-kali juga menceritakan
sebuah keberhasilan kepadanya karena, sama dengan membalas kesombongan dengan
kesombongan. Jika memang Allah menakdirkan untuk mengetahuinya, maka Dia akan
membuka jalan sehingga dia mengetahui keberhasilan melalui suatu cara tanpa
harus menyombongkan.
2.
Tak Tergoyahkan
Allah
menciptakan makhluknya sangat beragam dalam bentuk fisik, prinsip hidup, visi
misi, masa depan, bahkan tujuan hidup sesuai dengan pola pikir dari lingkungan
yang membentuknya. Selama prinsip dan tujuan hidup sesuai dengan ajaran agama,
maka lakukan dan teruskanlah.
“Maka tetaplah
kamu pada jalan yang benar, sebagaimana yang diperintahkan kepadamu dan juga
orang yang telah bertaubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas.
Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hud : 112)
3.
Hikmah
Terlepas
apa niat sesungguhnya si hebat untuk menyombongkan diri, ambil saja hikamhnya.
Kesuksesan jadikanlah sebagai motivator untuk lebih maju. Namun,
berhati-hatilah! Jangan sekali-kali termotivasi maju karena ingin menyainginya.
Majulah untuk kebaikan bersama. Oleh karena itu, perbaikilah niat agar tidak
terjerumus.
“Rasulullah
bersabda, ‘Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya dan bagi setiap
orang mendapatkan sesuai yang ia niatkan. Barangsiapa hijrahnya karena Allah
dan Rasul-Nya, maka hijrahnya sampai ppada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa
hijrahnya karena dunia yang ia inginkan atau karena wanita yang ia ingin
nikahi, maka hijrahnya sampai apa yang ia niatkan.” (HR.Bukhari)
F. MENGHADAPI
DIA YANG HOBI MENGHINA DAN MEREMEHKAN
“Rasulullah
bersabda bahwa tidak akan masuk surga jika orang yang di dalam hatinya terdapat
seberat biji sawi kesombongan. Lalu seorang lelaki bertanya, sesungguhnya
bagaimana jika seseorang menyukai apabila baju dan sandalnya bagus (apakah ini
termasuk kesombongan)? . Beliau pun menjawab, sesungguhnya Allah Maha Indah dan
menyukai keindahan. Kesombongan iu ialah menolak kebenaran dan meremehkan
manusia.” (HR. Muslim)
Cara jitu agar hati tidak gundah
gulana, sekaligus membuatnya kapok serta membungkam mulut sombongnya, sebagai
berikut :
1.
Husnudzon
Berprasangka
baik adalah salah satu cara utama dan pertama ketika menghadapi mereka yang
suka meremehkan. Poin ini benar-benar menyelamatkan dari kesesatan dan masalah
lainnya. Sebagian orang yang tidak pandai bergaul akan begitu sulit memilih
kata yang sangat tidak tepat untuk bahan candaan dan akhirnya mereka akan
menggunakan kata ataupun kalimat yang tidak semestinya terucapkan walaupun niat
sebenarnya hanya ingin menciptakan suasana yang akrab dan santai.
2.
Tidak
sekali-sekali marah
Marah
diibaratkan sebuah bara api yang dilemparkan setan ke dalam hati manusia
sehingga ia mudah emosi, dadanya pun panas membara, urat saraf pun menegang,
wajahnya memerah, dan ungkapan serta tidakannya tidak masuk akal. Cara
mengatasinya pun dengan menarik nafas panjang yang sangat dalam, lalu ucapkan
ta’awudz, niscaya Allah menjaga dari bisikan setan yang menjerumuskan.
“Kami
pun sedang duduk bersama Rasulullah dan tiba-tiba ada dua orang laki-laki
saling mencaci di hadapan Nabi Muhammad saw. Seseorang tersebut masih mencaci
temannya sambil marah, maka Rasulullah bersabda sesungguhnya aku mengetahui
satu kalimat jika ia mengucapkannya niscaya hilanglah darinya apa yang ada
padanya (amarah). Seandainya ia langsung mengucapkan ta’awudz (aku berlindung
kepada Allah dari setan yang terkutuk), maka hilanglah amarahnya.” (HR.
Bukhari)
3.
Diam, Pura-pura
tidak mendengar
Mendiamkan
dan pura-pura tidak mendengar celothan akan jauh lebih baik daripada terlihat
jelas-jelas tengah sadar mendengarkan penghinaan. Alih-alih dapat meluruskan
penghinaan malah menjadikan kondisi makin runyam, saling menyakiti, dan merusak
hubungan baik. Jadi, berpura-pura sedang sibuk mengobrol dengan teman lain atau
sibuk mengerjakan sesuat, insya allah akan membantu mengurangi keinginan untuk
marah, sakit hati, dan semakin runyamnya masalah. Tagiyya (menghindari dan
menjaga diri) adalah berbohong untuk menyelamatkan diri dari kerusakan dan
keterpaksaan tanpa berniat ingin mengambil keuntungan. Berbohong seperti ini
diperbolehkan dalam Islam bahwa niat untuk berpura-pura tidak mendengar
hinaannya tersebut dilakukan bukan ingin mencari keuntungan ataupun melakukan
kejahatan. Apabila dengan niat untuk mencari keuntungan atau melakukan
kejahatan, maka kepura-puraan menjadi dosa besar.
“Saya
tidak pernah mendengarkan Rasulullah saw., memberi kelonggaran berdusta kecuali
dalam tiga hal yaitu, orang yang berbicara dengan maksud hendak mendamaikan,
orang yang berbicara bohong dalam peperangan, dan ssuami yang berbicara dengan
istrinya serta istrinya yang berbicara dengan suami mengharapkan kebaikan dan
keselamatan atau keharmonisan rumah tangga.” (HR. Muslim)
4.
Jangan hiraukan
Apabila
mendapat hinaan dari seorang, maka jangan sekali-kali membalas atau
menghiraukan ucapannya, karena justru akan semakin menyakiti hati. Malaikat pun
menjauhinya, dengan digantikan oleh setan-setan yang suka menghasut. Daripada
sibuk memikrkan ocehan ataupun membalas ocehan, mendingan lebih baik gunakan
waktu untuk sesuatu yang lebih berguna untuk belajar dan berkarya.
“Saya
tidak pernah membaca surat-surat cercaan atau hinaan yang ditujkan kepada saya,
tiddak pernah membuka amplop bahkan membalasnya. Karena, jika saya sibuk
mengurus hinaan tersebut malah menjadikan saya kehabisan waktu untuk berbuat
baik kepada rakyatku.” (Abraham Lincoln – Mantan Presiden Amerika Serikat)
5.
Bicara
Apabila
penghinaan atau pelecehan yang terima sangat mengganggu, berilah waktu beberapa
kali pertemuan. Apabila penghinaan hanya dilakukan sekali atau dua kali, maka
sebaiknya lupakan dan maafkanlah kejadian sebelumnya. Jangan mengajaknya bicara
terlebih dahulu, karena akan memancing kejadian buruk lainnya. Apabila ingin
memilih berbicara langsung, maka bicara dengan baik-baik tanpa amarah. Ada
baiknya juga jika mengajak salah satu teman dalam perbincangan bukan dengan
tujuan agar dia takut. Tapi dengan adanya pihak ketiga akan menjadi penengah
apabila perbincangan memanas dan tidak ada titik temu atau solusi, usahakan
seseorang yang dewasa dalam berpikir, bijaksana, bukan penggosip, amanah, dan
memiliki pengaruh kuat sebagai panutan, sehingga dapat menengahi masalah dengan
baik tanpa membela salah satu pihak dan tanpa meninggalkan kesan provokatif.
6.
Jaga jarak
Munculnya
buruk sangka dan membenci dalam hati tak lain akibat bisikan dan godaan setan
yang selalu ingin mengadu domba setiap manusia. Rasulullah bersabda bahwa
sesungguhnya setan berjalan di tubuh anak Adam pada peredaran darah, aku
khawatir setan itu melontarkan kejahatan di hati kamu sehingga timbul prasangka
yang buruk.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Diriwayatkan
juga bahwa setan pun berkata :
“Demi kemuliaan-Mu ya Allah, aku akan
terus-menerus menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka
yang masih hidup.” (HR. Ahmad dan Al- Hakim)
Apabila
mengenal orang yang gemar menghina, meremehkan, dan menyakiti hati, maka lebih
baik jagalah jarak dengan mereka agar terlindungi dari kejahatan setan yang
selalu mengusik, mengompori, dan mengadu domba hati setiap manusia. Akan
tetapi, silaturahmi harus tetap terjaga hanya intensitas pertemuan yang
dikurangi.
7.
Pembalasan
Sebaik-baiknya
pembalasan terhadap orang yang hobimenghina dan merendahkan sahabat adalah
prestasi dan akhlak yang baik. Selain membalasnya dengan prestasi yang baik,
balaslah juga dengan akhlak atau budi pekerti yang baik kepada siapapun. Karena
dengan berakhlak baik maka akan mendatangkan banyak kebaikan, diantaranya
hadirnya teman yang baik, yang mencintai, dan menyayangi. Dia yang hobi
meremehkan dan menghina pun akan malu dan kecewa dibuatnya, karena tidak berhasil
menjatuhkan citra di depan temannya.
“Sesungguhnya
yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Al
Bukhari dan Muslim)
“Kamu tidak bisa memperoleh simpati semua orang
denga hrtamu tetapi dengan wajah yang menarik simpati dan dengan akhlak yang
baik.” (HR. Abu Ya’la dan Al Baihaqi)
Bahwa
setiap amalan bergantung pada niatnya. Oleh karena itu, tingkatkan prestasi dan
akhlak mulia hanya untuk Allah, just for Allah, dan hanya ingin meraih ridha
serta pahala Allah. Jangan sekali-kali meniatkannya untuk membalas orang yang
telah menyakiti, hati akan selau gundah apabila prestasi tak kunjung didapat.
Hidup pun akan menjadi stres dan akhirnya akan menempuh cara-cara yang salah
dalam meraih prestasi.
G. MENGHADAPI
SI PENGGOSIP, PEMFITNAH. DAN PENGHASUT RUMAH TANGGA
“Sesungguhnya iblis menempatkan
singgasananya di atas air, lalu menyebarkan anak buahnya ke berbagai penjuru
dunia, yang paling dekat dengannya adalah yang kemampuan fitnahnya paling hebat
di antara mereka. Salah seorang dari anak buahnya datang kepadanya dan melapor
bahwa dirinya telah berbuat begini dan begitu, maka sang iblis pun berkata,
kamu belum berbuat sesuatu. Lalu, seorang anak buah lainnya datang dan melapor
bahwa dia telah berbuat begini dan begitu sehingga mampu memisahkan antara
seorang suami dan istri, maka sang iblis pun menjadikan anak buahnya sebagai
orang yang dekat dengannya, dan iblis berkata tindakanmu sangat bagus sekali.
Lalu mendekapnya.”(HR. Muslim)
Beberapa langkah utama yang dapat
ditempuh apabila menemui orang yang suka gosip, pemfitnah, dan penghasut rumah
tangga, sebagai berikut :
1.
Husnudzon
Berprasangka
baik akan menjadi lebih tenang dan bersyukur untuk mengurangi rasa kegalauan
dan akhirnya akan menambah kebahagiaan. Menurut hasil riset dunia membuktikan
bahwa perasaan bersyukur akan meningkatkan hormon endorfin di dalam tubuh.
Salah satu efek dari meningkatnya hormon tersebut adalah berkurangnya rasa
sakit yang akan mencegah penerusan rangsangan sakit ke otak. Itulah sebabnya
mengapa bila kita banyak berbaik sangka dan bersyukur maka akan lebih sedikit
merasakan sakit pada tubuh. Menurut penelitianyang
dilakukan pada partisipan yang diwajibkan bersyukur secara rutin, terjadi
penurunan rasa sakit pada tubuh mereka sebesar 10% dan juga penurunan simtom
fisik lainnya sebesar 16%.
Peningkatan
terhadap hormon endorfin juga meningkatkan produksi hormon dopamine yaitu
hormon yang dapat meningkatkan perasaan positif seperti perasaan bahagia.
Menurut hasil riset, bila kita bersyukur secara rutin 5 menit setiap harinya
selama 6 bulan, maka kita akan merasakan peningkatan rasa bahagia sebesar 10%.
Dopamine terbukti juga dapat meningkatkan motivasi seseorang untuk melakukan
sesuatu. Ada sebuah studi di Amerika menunjukkan bahwa orang yang dipaksa rutin
bersyukur selama 11 minggu melakukan olahraga 40 menit lebih banyak
dibandingkan sengan yang tidak rutin bersyukur, sehingga mereka berkesimpulan
bahwa orang yang sangat bersyukur akan memiliki motivasi yang lebih tinggi
dibanding mereka yang tidak bersyukur. Insya Allah dengan sendirinya akan
menjadi sosok yang lebih bahagia, walaupun akan berhadapan dengan si penghasut
dan pendengki.
“
Tidak ada sesuatu yang ditelan seorang hamba yang lebih afdol di sisi Allah
daripada menelan atau menahan amarah yang ditelannya karena keridhaan Allah
ta’ala.” (HR. Ahamd)
2.
Diam, Pura-pura
tidak dengar
“Barangsiapa
banyak diam maka dia akan selamat.” (HR. Ahmad)
Makna
hadist tersebut lebih baik diam daripada berbicara sesuatu yang tidak baik dan
berpotensi memancing permusuhan. Diam akan jauh lebih baik daripada menjawab
pernyataan dari si penghasut dengan lisan kita., sehingga pura-pura tidak
mendengar karena sibuk mengerjakan sesuatu atau tengah berbincang-bincang
dengan yang lain, itulah trik cara jitu yang berjalan lancar.
3.
Bicara
Ajaklah
bicara dengannya, apabila cara diam dan pura-pura tidak dengar tersebut tak
ampuh dengannya sampai terjadi fitnah yang berlanjut dan mengganggu kehidupan.
Berbicaralah dengan baik-baik tanpa emosi, namun tetap tenang, elegan, dan
bijaksana. Pilihlah seorang teman yang bijaksana dan menjaga amanah sehingga
amanah tersebut dijaga dengan baik. Mengenai waktu pembicaraan, carilah waktu
berbicara dimana sedang tidak menahan emosi dan berilah waktu sehari, dua hari,
tiga hari, atau bahkan lebih, setelah dorongan emosinya telah hilang.
Untuk
mengajak si penghasut berbicara tentu memerlukan keberanian dan keahlian dalam
bicara. Si penghasut malah menjadi salah paham dan semakin memperbesar
hasutannya, maka cukup diamkan saja. Berdoa dan minta tolonglah kepada Allah
yang tidak pernah tidur dan mengingkari janjiNya. Sesungguhnya pertolongan Allah
sangat nyata bagi orang-orang yang bertakwa dan bertawakal.
“barangsiapa
bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar ,
memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang
bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah
telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. Ath-Thalaq : 2)
4.
Buktikan
Tiada
ada balasan yang paling manjur untuk si penghasut, kecuali membuktikan kepada
mereka semua bahwa hasutannya bualan belaka. Jagalah selalu keharmonisan dan
kebersamaan. Jadilah seseorang yang terbaik dengan saling menyayangi,
mencintai, dan saling mengerti. Bersabarlah dalam proses pembuktian tersebut.
Waktu akan membuktikan dan menyembuhkan semuanya. Jangan sekali-kali
terburu-buru membela diri atau ingin membantah hasutan seketika itu juga di
depan umum, karena justru menunjukkan kalau sedang ketakutan dan khawatir
rahasia terbongkar. Sebenarnya ocehan tersebut sama sekali tidak penting dan
tak berarti apa-apa, tak usah ditanggapi. Hasutannya tidak mempan sama sekali
membuat hati gundah gulana, biarkan dia malu dengan sendirinya atas
celotehannya yang sepi dari tanggapan.
H. MENGHADAPI
SI TUKANG PAMER
“ Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada
hamba-hamba-Nya, tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi…..”(QS.
Asy-Syuura : 27)
Beberapa tips penting menghadapi si tukang pamer :
1.
Sembunyikan
Jika tidak ingin
melihat si tukang pamer suka memamerkan sesuatu lebih baik sembunyikan semua
aktivitasnya dari News Feed sosial media atau dengan unfollow atau unfriend
agar menghindari segala sesuatu yang membuat kita iri.
2.
Tanggapilah
secara islami dan sewajarnya
Cukup mengurangi
aktivitas di sosial media apalagi bertemu dengannya, namun jangan sampai
silaturahmi dan tetaplah berteman dan
berkomunikasi seperti
biasanya. Tanggapilah secara islami dan sebatas swajarnya saja. Pada dasarnya,
orang yang suka memamerkan harta benda ialah mereka ingin mendapatkan perhatian
dan pujian dari lingkungan. Kalau untuk menanggapi secara islami dengan
membantunya sekadar mengingatkan kepada Allah Sang Pemberi Kekayaan. Sementara
itu, menanggapi sewajarnya akan membuatnya bahagia dan menghindari dari
tudingan iri.
I. MENGHADAPI
SI PEMUTUS SILATURAHMI DI DUNIA MAYA
Beberapa langkah utama yang bisa dilakukan dalam
menghadapi si pemutus silaturahmi :
1.
Husnudzon
Selalu
berprasangka baik dalam bertindak maupun berkomentar dalam bermain sosial
media. Apalagi menuduh tidak berteman di sosial media padahal yang sebenarnya terjadi
telah mengganti username sosial media, akhirnya pun telah menemukan dan meminta
maaf karena terlalu berprasangka buruk tidak follow di sosial media.
2.
Biarkan saja
atau Tanyakan
Jike
bertemu dengan seseorang yang suka memutuskan tali silaturahmi secara sengaja
bersikap aneh, pendiam, bermuka masam, pendiam, atau tidak seperti biasanya
lebih baik memilih sesuaikan kondisi. Semoga dengan cara keramahan hati pun
akan kembali luluh, atau bisa malah membuat gurauan yang bisa merangkulnya
kembali.
Dalam
Al-Qur’an, Allah berfirman “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu
yang telah menciptakan kamu dari seorang diri dan daripadanyaAllah menciptakan
istrinya; dan daripadanya keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan
perempaun yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan
namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan
silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS.
An-Nisa : 1)
3.
Terbuka
Dari
Abu Hurairah ra., mengatakan bahwa : “Rasulullah saw., bersabda, ‘Tahukah
kalian siapakah orang yang bangkrut itu?’ Sahabat menjawab, ‘ orang yang
bangkrut di antara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak
memiliki perhiasan’. Kemudian Rasulullah saw., bersabda, ‘orang yang bangkrut
dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan pahala shalat,
puasa, dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa dosa menuduh, mencela,
memakan harta orang lain, memukul atau mengintimidasi orang lain. Maka
orang-orang tersebut diberikan pahala kebaikan dirinya hingga manakala pahala
kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya, diambillah dosa-dosa
mereka dan dicampakkan pada dirinya. Lalu dia pun dicampakkan ke dalam api
neraka.” (HR. Muslim) .
Oleh
karena itu, pentingnya terbuka atas kekhilafan, setelah menyadari dan
mengevaluasi kesalahan, hendaknya hasil evaluasi bisa dijadikan pengingat dan
pelajaran. Insya allah diam menjadi pilihan terbaik. Rasulullah saw., bersabda
:
“Barangsiapa
beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”
HR. Mutafaq’alaih)
J. MENGHADAPI
SI JAIM
Jaim dikenal sebagai bahasa gaul yang berarti jaga
image. Jaim dalam arti positif mempunyai makna selalu berperilaku tenang dalam
menghadapi situasi apapun, biasanya sikap yang selalu muncul dengan seseorang
yang memiliki kedudukan atau jabatan yang tinggi, sikap seseorang terhadap
orang yang baru dikenal, atau terhadap rekan bisnis. Seseorang tersebut memang
dasarnya tenang atau cuek dengan tujuan agar dinilai sosok yang berwibawa dan
patut disegani. Cara menghadapi orang yang jaim, cuek dan sebagainya, ada
beberapa poin penting sebagai berikut :
1.
Hanya untuk
Allah
Setiap
ingin melakukan suatu perbuatan, jangan pernah lupakan untuk meluruskan niat
yaitu melakukan semua amalan hanya untuk Allah, karena yang diharapan sama
sekali bukan sekedar ucapan terima kasih, tanggapa, maupun jawaban dan insya
allah hanya bisa mengharapkan balasan pahala dan ridha dari Allah swt. Seburuk
apapun tanggapan mereka, pahala dan ridha dariNya tetap ada, bahkan lebih
banyak porsi dari biasanya karena kesabaran.
“Sesungguhya
hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala atas mereka dengan
tanpa batas.” (QS. Az Zumar : 10)
2.
Husnudzon
Berprasangka
baiklah bahwa seseorang yang selalu jaim tersebut banyak sekali kesibukan yang
ia kerjakan, sehingga tidak ada waktu untuk membalas komentar. Ketika terlalu
sibuk dan banyak sekali yang berkomentar apapun itu telah membuatnya lupa akan
menanggapi. Coba sekali mengirim pesan singkat, lalu bagaimana ia merespon atau
membalas chat. Jika kemungkinan besar ia hanya membalas pesan secara singkat
dan seperlunya saja, jangan terlalu banyak dugaan negatif, cukup serahkan
semuanya kepada Allah swt.
3.
No comment, just
like
Jagalah
selalu hati agar tidak terluka dan akhirnya berdosa. Ingat bahwa setan tidak
akan pernah berhenti membujuk manusia untuk saling membenci dan menyakiti.
Hindarilah godaan setan dengan cara mengurangi komentar atau bertanya pada
postingan. Jika ingin menunjukkan dukungan kepadanya cukup hanya menyukai
setiap postingan agar hati tidak gampang kesal dan berprasangka buruk.
“Sesungguhnya
iblis telah putus asa untuk disembah oleh orang-orang yang saleh, tetap ia
berusaha mengadu domba diantara mereka.” (QS. Bukhari)